skip to main | skip to sidebar

Waktu Batam


Arsip Tulisan

  • ▼ 2013 (38)
    • ► Desember (1)
    • ▼ Oktober (7)
      • Saya malu!
      • Idul Adha 1434 H
      • Arafah Day
      • Tingkah Polah Mahasiswa-Dosen
      • Tanyakanlah dan Ini Jawab ku!
      • Cerita Akhir Pekan di Ocarina
      • Cerita Dapur: Periuk Dung!
    • ► September (2)
    • ► Agustus (6)
    • ► Juli (2)
    • ► Juni (1)
    • ► Mei (10)
    • ► April (4)
    • ► Maret (3)
    • ► Februari (1)
    • ► Januari (1)
  • ► 2012 (3)
    • ► Desember (3)

Followers


Tulisan Dian

Jumat, 18 Oktober 2013

Saya malu!

Saya malu sekali....
Saya malu...
Saya malu dengan yang telah saya katakan,
Saya malu dengan yang telah saya perbuat,

Sungguh maha besar Allah yang menutup aib saya,
Saya malu sekali,
Sungguh malu, malu sekali..
Tolong saya ya rabb...
Tolong saya...
Kalau rasa malu ini yang menjaga saya, maka tolong hamba untuk  menghilangkan rasa gelisah, sedih, kecewa karena merasa dijauhi dan dihindari...

Tolong hamba ya rabb, karena engkau sebaik-baik tempat untuk memohon pertolongan.

Kalau saja, tidak mengenal kata tanggung jawab, sudah lama saya hentikan langkah ini.

Kalau saja, saya tidak malu dengan impian yang lebih dulu ada sebelum ini, sudah jauh saya berlari.

Semoga ketika gelap ini usai, dan muncul pagi, Engkau berkenan selalu  menguatkan hati.

Diposting oleh Unknown di 06.47 0 komentar

Senin, 14 Oktober 2013

Idul Adha 1434 H

Selamat Hari Raya Idul Adha 1434 H ^^

Allahummaj'alhum hajjan mabruura, wa sa'yan masykuura, wa dzanban maghfuuraa, wa 'amalan shaliha maqbuulaa, wa tijaaratan lan tabuur.

Ya Allah, anugerahilah mereka haji yang mabrur, sa'I yang disyukuri, dosa yang diampuni, amal shalih yang diterima, dan usaha yang tak pernah merugi.

"Tiada seorang muslimpun yang mendo'akan kebaikan terhadap saudaranya ketika saudaranya tersebut tidak berada di sisinya, melainkan seorang malaikat yang diwakilkan akan berkata 'semoga engkau juga akan diberi karunia yang sama'." (H.R. Muslim)

Idul Adha setahun yang lalu, berkesan sekali, di hari itu, nama saya tercantum dalam penerimaan CPNS UMRAH. Saya tidak tau harus bahagia atau bagaimana, karena menjadi PNS bukan tujuan saya. Akhirnya, kebahagiaan itu akhirnya muncul karena orang tua saya bahagia, karena menginginkan anaknya menjadi PNS. Alhamdulillah...keinginan mereka dapat diwujudkan. Ingat kata bapak, "berarti tinggal jodoh ya nak"...
:')

Idul Adha tahun ini, hujan deras turun di Batam. Saya memutuskan shalat di masjid raya, baru sekali ini saya shalat di luar kampung saya bengkong laut, selama saya tinggal di Batam. Bersama adek-adek saya berangkat shalat tadi, karena mamak kurang sehat, bapak shalat di masjid dekat rumah.

Kemaren sore saya terusik untuk segera berada di Arafah untuk menunaikan haji. Rasa ini sebelumnya  belum pernah ada, saya ingin berlari ke Allah T_T, mungkin di sana rasanya lebih dekat. 

Di Idul Adha kali ini, khutbahnya tentang bagaimana orang tua berkorban untuk anak-anaknya. Saya mulai me-review apa yang diajarkan oleh orang tua saya, bagaimana untuk tidak membenci orang lain dan memulai meminta maaf terlebih dahulu. Jadi, bagaimanapun perlakuan orang lain terhadap saya, semoga jauh lah kata benci itu, karena bencinya luruh dengan air mata dalam do'a. Makanya, dikatain cengeng, ban bocor nangis, kena hujan nangis, gak direspond nangis, :))) paraaah. Tapi gakpapa kalau nangis bisa buat hidup ini tanpa beban dan saya berusaha keras untuk tidak membebani, menghantui bahkan membuat orang lain susah dengan keberadaan saya. Maka, tolong hamba ya rabb.

Sekali lagi, happy iedul adha ^^

Diposting oleh Unknown di 19.55 0 komentar

Minggu, 13 Oktober 2013

Arafah Day

Ya allah gift money to the poor,
Ya allah help the people in bad situations,
Ya allah give every one good health, mind and heart,
Ya allah give us long life,
Ya allah forgive every moslem,
Ya allah reward the ummah with jannatul firdaus,
Ya allah forgive every moslem for their past sins,
Ya allah give us the heart that Muhammad saw had,
Ya allah make us fall in love in a partner that you love,
Ya allah let our bad deeds become to good,
Ya allah, let us to do haji and umroh for you
Ya allah accept this important dua..aamiin..

#repost_SarahVi

Diposting oleh Unknown di 21.53 0 komentar

Selasa, 08 Oktober 2013

Tingkah Polah Mahasiswa-Dosen

Ini cerita dua sisi, antara dosen dan mahasiswa. Si dosen sedang demam, daritadi malam, kena panas dan angin bersamaan sepanjang jalan ke kampus. Jadwal hari ini pagi pukul 08.00 wib, kontrak dengan mahasiswa pukul 08.25 paling lambat, dengan gerak lambat tanpa sarapan, si dosen sampai di kampus 08.30. Kelas sepi, si mahasiswa sembunyi, sisa 10 orang, si dosen menunggu 10 menit, akhirnya masuk satu per satu hingga penuh kelas. Si dosen kemudian membuka pertemuan, dengan basmallah dan salam, dengan suara tercekat menahan tangis, karena ulah mahasiswa dan memilih tidak melanjutkan kuliah.

Menutup kelas dengan salam, kemudian memilih istirahat menjelang pukul 15.30 kelas berikutnya. Ternyata pukul 11.00 wib ada jadwal tambahan, ada mahasiswa yang meminta jam tambahan sekitar 5 orang untuk mengaji bersama. Mereka datang ke kosan si dosen, melingkar bersama si dosen mengkaji tentang urgensi niat dalam setiap amal perbuatan.

Sekitar pukul 12-an ketika dosen ingin istirahat, ternyata ada kelas tambahan pkl 13.00. Berhubung si mahasiswa sudah mencari ruangan akhirnya si dosen memutuskan untuk mengajar. Si dosen meminta tolong untuk dijemput, alhamdulillah ada mahasiswa yang berada di sekitar rumah si dosen. Ketika perjalanan menuju kampus, di tempat yang sepi, tidak ada pepohonan sama sekali, panas terik, ban motor bocor. Akhirnya si dosen dan mahasiswa meminta bala bantuan motor mahasiswa lainnya. Alhamdulillah sampai kelas dan berjalan sebagaimana mestinya.

Kelas sore, si dosen mengajar kelas senior, para pegawai dan karyawan. Di kelas itu si dosen bercerita di akhir kuliah tentang pengalaman seharian. Sekelas terhibur, tertawa bersama dan bilang si dosen ternyata agak cengeng.

Begitu lah cerita sore, tingkah polah mahasiswa dan dosen hari ini. Setiap tindakan harusnya beralasan, si dosen di akhir kelas sore menyampaikan bahwa ini 10 hari pertama bulan dzulhijjah, kalau saat ini belum berkesempatan menunaikan ibadah haji, maka jadikan segala yang dianggap ujian itu dengan sabar. Banyakin istigfar, tasbih, tahmid dan tahlil.

Saat ini si dosen duduk manis di kapal membawanya pulang ke kampung halaman. Sesekali mendokumentasikan mentari yang akan tenggelam selama perjalanan.

Diposting oleh Unknown di 16.07 2 komentar

Tanyakanlah dan Ini Jawab ku!


Jika mereka bertanya kepadamu
tentang semangat, jawablah bahwa bara itu masih tersemat dalam dadamu!

Bahwa api itu masih bersemayam dalam dirimu!
Bahwa matahari itu masih terbit
di hatimu! Bahwa letupan itu siap meledak dalam duniamu!

Katakan itu pada
mereka, orang-orang yang ragu akan
kemampuan dirimu.. karena mimpimu saat ini adalah kenyataan untuk esok (Hasan Al-Banna)

*copas group sebelah

Diposting oleh Unknown di 01.09 0 komentar

Minggu, 06 Oktober 2013

Cerita Akhir Pekan di Ocarina

Saya belum mengantuk hingga selarut ini, saya memutuskan untuk menulis. Akhir pekan yang lalu, jadwalnya memasak, akhir pekan ini saya membuat cerita berbeda. Let me tell you..:)

Arisan

Ini kegiatan arisan bermula sekitar 7 bulan yang lalu, ada sekitar 10 orang ikut serta. Anggota arisan ini, mobilitasnya tingkat tinggi, susah bertemu, akhirnya yang datang tadi pagi hanya 3 orang plus 1 penggembira. Kami memutuskan arisan di Ocarina, pagi hari dengan niat olahraga. Jadwal pukul 6 pagi, akhirnya bermula pukul 7 pagi. Terancam gagal sebetulnya, karena saya berharap hujan. :p

Bersepeda

Di Ocarina disediakan fasilitas rental sepeda, 15 rb/ jam. Kami memutuskan untuk bersepeda dan tidak lari. Ada hal lucu tadi, ketika ditanya petugas rental sepeda ke salah satu  anggota genk arisan (inisial D), petugas menanyakan "kak, sepedanya single atau couple?" Si D menjawab "I'm single and very happy". :))))).
Ketika harus menyerahkan jaminan untuk rental sepeda, boleh ktp/ sim/ identitas lain/ 100 rb. Taukah apa yang dikeluarkan oleh salah satu genk arisan dengan inisial R, ia mengeluarkan kunci motor, sambil bilang "gakpapa bang pakai kunci motor aja, soalnya kami gak bawa identitas". *ngawur.com

Scoopy Time

Oke...pagi tadi juga giliran saya belajar naik motor scoopy. Alhamdulillah, sudah lumayan bisa walau suka oleng karena suka nurunin kaki. Pelatihnya juga galak dengan inisial S "kakak.....dah dibilang jangan suka nurunin kaki!!" :s
Saya mau mulai nabung, mau beli scoopy, sudah kebayang perjalanan kos ke kampus di tanjung pinang. hehehe.

Sarapan Pagi

Nah ini...olahraga cuma 1 jam, tapi sarapannya berbagai macam. Dari mie ayam hingga bubur ayam dengan selingan gorengan. Sarapan menjadi bermakna ketika terjadi diskusi hangat, tadi kami membahas tentang passion dalam pekerjaan dan studi lanjutan. Tak lupa...membahas mimpi tentang  bagaimana menjadi wanita mandiri  tapi tetap menjadi ibu rumah tangga yang berkarya untuk keluarga (haha..berat)

Hari ini...happy, kegiatan hari ini ditutup dengan kunjungan ke gramedia dan dinner. Saya ingin menikmati hal-hal indah sederhana seperti ini. Bercengkrama, memberi semangat, dan ingin manfaat. Saya belajar hari ini, salah satu yang mengganggu hal-hal indah seperti ini adalah ketika kita mendahulukan berbicara di gadget dengan orang nun jauh disana, dan tidak memperhatikan sekitar kita. Itu membuat tidak nyaman. Maka, saya belajar untuk mengurangi ketidaknyamanan itu...karena kalau dibegitukan, saya juga merasa tidak nyaman. Hehehe....

Diposting oleh Unknown di 10.24 0 komentar

Cerita Dapur: Periuk Dung!

Kegiatan di dapur hari ini harus didokumentasikan, saya memaksa diri untuk menulis. Tadi pagi, iseng nge-ping si adek joyah ngajakin ke pasar. Di ping, di WA, ditelpon no respond dari pukul 6 pagi baru nge-jawab pukul 8. Aihhhh...langsung diteriakin  "woi anak gadisssss...bangun tengah hari". Tunggu punya tunggu akhirnya ke pasar sekitar pukul 9 pagi, sudah lumayan panas tuh. Sepanjang perjalanan ke pasar, kami diskusi tentang menu yang akan kami masak nanti. Kebetulan si mamak, baru mendarat dari Jakarta, jadi kita mengambil peran untuk memasak hari ini.

Akhirnya diputuskan untuk memasak sup ayam, sambal terong jengkol, dan ikan dengan masakan yang tidak jelas. Si joyah hanya ingat pernah makan dengan masakan seperti itu, jadi dia mengira-ngira sendiri seperti apa bumbunya.

Pasar bengkong harapan menjadi pilihan untuk belanja. Pasar itu berada di sepanjang bukit, lumayan olahraga, soalnya beli ayam segar di puncak paling atas (sambil ngelap keringat). Si joyah belum 1/4 bukit, udah jajan es, pas turun bukit sempet ngelirik anting-anting dan ternyata dibeli, memanglah si joyah.

Akhirnya sampailah kami di tempat eksperimen yaitu dapur. Si joyah bunyikan musik favorite nya sambil curhat tentang kerjaan di kantor. Kami berbagi tugas, saya memasak sop, si adek joyah masak sambal plus ikan. Nah..pas adek goreng terong dan yang lainnya, saya sudah siap untuk menumis sop. Pertama, meletakkan periuk di atas kompor dipanaskan. Kedua, menuangkan minyak.Ketiga, itu periuk berbunyi...dung! Kami berdua saling berpandangan, kenapa periuk ini jangan-jangan rusak. Keempat, baru akan memasukkan bumbu, si periuk bunyi lagi, dung!. Keenam, kami memutuskan mengganti periuk.

Mamak sesekali keluar kamar, memeriksa kerjaan kedua anak gadisnya. Terus si adek tanya "mom, periuk itu rusak ya? Kenapa dia bunyi dung dung gitu". Mamak bilang dengan santai " oooh...itu karena kepanasan dan belum dikasi apa-apa ya tadi di dalamnya ?". Saya dan adek ketawa terbahak-bahak, kita kurang praktek di dapur, periuk yang disalahkan. :)))))

Hal lucu lainnya, sup saya sudah siap disajikan, si adek masih mau menggoreng ikan, dia dengan hebohnya bilang "masak ikan ini harus di tempat yang lepek, biar hasilnya bagus, tapi bukan kuali". Saya bilang "ohh..pakai alat masak mamak yang anti lengket itu...". Apa sih namanya saya lupa, yang saya tau ibu-ibu pada arisan buat dapatin itu alat masak, bentuknya seperti pembakar, tapi tertutup. Nah si adek tanya "kakak..ini taruk ikannya di sisi yang mana? Sisi ini atau ini?" Alat itu ada dua sisi, satu halus, satu bergerigi. Saya mengiyakan sisi yang bergerigi. Kemudian si adek saya tinggal mandi dan sholat, karena sudah pukul 1 siang. Masaknya lama sekali berjam-jam sampai lewat jam makan siang :)))).

Ketika saya keluar kamar, si adek langsung nyolot "kak..salah ni kita, hancur ikannya...tebalik yang halus itu alasnya, yang bergerigi penutupnya".
:))))))

Hiburan deh sabtu ini, habis makan siang dengan mamak. Kami kelelahan sangat, langsung tertidur. Saya terdengar, pintu kamar berderit, si bapak yang baru pulang ngelihat kita udah tepar di dalam kamar, sambil bilang "anak gadis baru masak macam kerja berat". Zzzzzzzzz

Hasilnya jangan tanya yaaa...tenang aja ntar kalau enak dan berhasil saya cerita lain waktu deh :))))

*post minggu lalu

Diposting oleh Unknown di 09.17 0 komentar
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod