skip to main | skip to sidebar

Waktu Batam


Arsip Tulisan

  • ▼ 2013 (38)
    • ► Desember (1)
    • ► Oktober (7)
    • ► September (2)
    • ► Agustus (6)
    • ► Juli (2)
    • ► Juni (1)
    • ► Mei (10)
    • ▼ April (4)
      • Velly (Pelajaran tentang Rasa)
      • Trip Perdana (Galang-Pinang)
      • Kalau Saja (Ada Pilihan)
      • Mamak, love you!
    • ► Maret (3)
    • ► Februari (1)
    • ► Januari (1)
  • ► 2012 (3)
    • ► Desember (3)

Followers


Tulisan Dian

Selasa, 23 April 2013

Velly (Pelajaran tentang Rasa)

Sore ini...trip rutin ke Tanjung Pinang, saya lupa tidak mengantongi buku. Daripada termenung, utak atik gadget kemudian lihat foto velly, anak kucing yang aktif sekali, hewan peliharaan mamak di rumah. Dulu, waktu lahir dari ketiga saudaranya, ia paling tak menarik, warnanya hitam dominan dan campur totolan kuning. Dulu, saya tak berkenan memegang, tapi sekarang semua keluarga saya jadi sayang. Velly jadi kucing kecil aktif, dengan bulu yang halus, mata berbinar-binar, menarik perhatian dengan membesarkan badannya ketika bertengkar dengan saudaranya.
Velly yang lucu, yang suka lari kanan kiri, kadang terbelit dengan kabel charger hp yang bergelantungan antara meja dan tempat tidur.
Dari Velly, sore ini aku belajar tentang rasa, terinspirasi juga dengan tulisan Darwis Tere Liye, bahwa perasaan itu tak sesederhana kalkulator, dan tak sepasti ilmu matematika. Hari ini engkau bilang tak suka, belum tentu esok hari dan minggu depannya, begitu juga sebaliknya. Perasaan berubah begitu cepat, lebih cepat dari mendung ke hujan dan tiba-tiba terang. Perasaan tak sepasti ilmu biologi, ketika seorang istri bergolongan darah O dan suami bergolongan darah O maka anakpun pasti bergolongan darah O. Tapi beda dengan rasa, benci ketemu benci belum tentu berpisah kalau jodoh, cinta bertemu cinta juga belum tentu bersatu kalau tak berjodoh (Tere Liye).
Angka 6 dikurangi 1 dalam teori rasa belum tentu jadi 5, angka 6 dikurangi 6 belum tentu 0. Perasaan, dipaksa hilang dan dienyahkan malah tumbuh tak berbilang. Berdamailah...karena ini hanya perkara waktu, untuk meyakinkan kembali apakah perasaan ini harus diperjuangkan atau sekedar angin lalu. Bersabar dan menikmati setiap detik kehidupan dengan segala hikmahnya. Bak, Velly, tetap saja hidup dan bermain walau dulu sedikit yang melirik dan sayang. Kalah sama kucing kecil? ^^
Hei...masjid megah dompak sudah kelihatan, artinya "Selamat Datang di Tanjung Pinang".
Waktunya memastikan barang bawaan karena sebentar lagi kapal merapat.

*Senja Pinang 230413 17.40 PM

Diposting oleh Unknown di 04.02 0 komentar

Sabtu, 20 April 2013

Trip Perdana (Galang-Pinang)

Perjalanan 45 menit ke depan, kali ini saya mau bercerita trip mingguan saya menyebutnya ^^.
Seperti biasa, sejak awal maret tahun 2013 ini, saya harus bolak-balik Tanjung Pinang-Batam seminggu dua kali. Setiap selasa sore dan jum'at sore saya melakukan perjalanan darat sekitar 30-45 menit bersama si putih ke pelabuhan punggur, kemudian naik ferry sekitar 45 menit, setelah merapat di pelabuhan pinang, untuk sampai di kosan mungil putih itu, saya harus naik angkot 10 menit kemudian berjalan kaki sekitar 5 menit. Rutinitas ini saya lalui kembali pada perjalanan pulang ke batam setiap rabu sore dan sabtu sore.
Kenapa harus bolak balik begitu? Ya, karena saya mulai mengabdi di Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah). Semoga semangat ini tak surut, karena saya mulai menikmati perjalanan ini.
Dan hari ini saya naik kapal dari pelabuhan berbeda, pelabuhan galang yang letaknya di ujung Pulau Batam. Dari bawah jembatan V Barelang ada pelabuhan, layaknya terminal bus. Dan yang saya naiki bukan ferry tapi speed, yang mesinnya ditempel di luar. Takut awalnya, tapi pada prosesnya saya menikmati karena naik speed ini ibarat naik bus, terminalnya di pelantar, berhenti di setiap perkampungan pinggir laut.
Hal baru, pengalaman baru, cukup berkesan, cepat sekali speednya sampai tulisan ini belum kelar seutuhnya, masjid di dompak sudah kelihatan. Itu artinya "Selamat Datang di Kota Tanjung Pinang". Saya harus mengakhiri kisah hari ini, semoga ada kisah baru di hari yang baru. ^^

Diposting oleh Unknown di 02.38 0 komentar

Selasa, 16 April 2013

Kalau Saja (Ada Pilihan)

Kalau saja ada pilihan,
Kalau saja hidup ini hanya tentang memilih.
Kalau saja ada pilihan, untuk tidak bekerja, maka ku pilih untuk menghabiskan waktu dengan kegiatan yang kusenangi.
Kalau saja ada pilihan, untuk tidak memikirkan banyak hal, maka ku pilih untuk menghabiskan waktu ku untuk tidak selalu memikirkan hal-hal yang menguras tenaga dan perasaan.
Kalau saja ada pilihan, dan aku boleh memilihnya, aku ingin segera mengejar impian ku tanpa melewati batu-batu ini sebagai tempat lompatan, ingin terbang langsung memeluk impian.
Kalau saja ada pilihan, aku tak ingin menghabiskan waktu ini sendirian dengan berbagai tuntutan dan harapan.
Kalau saja ada pilihan, aku tak mau menghadapi berbagai sesak kehidupan ini dengan menyertakan tangisan dan terjebak dengan perasaan.
Kalau saja ada pilihan, dan aku boleh memilih...aku mau menghabiskan setiap senja di ocarina dan menghilangkan lelah hari dengan obrolan santai dan lemon squash.
Dear ima.....Tapi hidup itu tak melulu tentang memilih, engkau harus terus berjalan karena itu sebuah bentuk dari pilihan hidup.

Teringat bacaan tadi sore " Ridha dengan ketetapan Allah yang tidak menyenangkan, adalah tingkat keyakinan yang paling tinggi" (Ali bin Abi Thalib R.A)

Diposting oleh Unknown di 07.53 0 komentar

Selasa, 09 April 2013

Mamak, love you!

Teringat quote "kalau kau ingin menangis..keluar dan menangislah bersama hujan"
Sebenarnya segala sesuatu itu tak selalu perlu diungkapkan.
Engkau diam saja, terkadang itu terbaca sebagai amarah terpendam.
Engkau diam saja, terkadang dalam diam engkau dengan seksama memperhatikan.
Engkau diam saja, terkadang sedang berupaya merencanakan.
Engkau diam saja, terkadang menyimpan harapan.
Engkau diam saja, bukan berarti...tak teruntai do'a dan setumpuk harapan.
Dan sore ini, sepenggal cerita itu-pun  mengalir..
Sungguh mulia apa yang engkau perjuangkan.
Yang membuat hati ini menangis bukan karena besarnya kekecewaan, tapi karena keinginanmu untuk menyegerakan tanpa syarat, sebagai sebuah pemahaman.
Ingin kupeluk dan bisikkan, "i love u mamak karena Allah, dan pahamilah mak tidak semua bisa dipaksakan."
Dalam diam ku pula, tak teruntai lagi kata, hanya Engkau ya Allah yang mengetahui isi hati kami dan segala yang kami butuhkan.

*Perjalanan Batam-Pinang

Diposting oleh Unknown di 02.05 4 komentar
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod